RSS

NIKMATNYA NENEKKU

NENEKKU

Nek Wiwa, begitu aku selalu memanggilnya. Dia adalah ibu dari emakku.
Umurnya sudah 49 tahun. Ketika kejadian itu, aku berusia 16 tahun.
Emak-ku menikah dalam usia 19 tahun. kku adalah anak tunggal dari
nenekku. Sejak kakekku meninggal dunia empat bulan lalu akibat lalu
lintas, aku tinggal bersama nenek-ku untuk memaninya. Sebagai cucu
tertuanya, aku sangat dimanja. Sedikit saja aku sakit, aku langsung
dipijati. Bahkan kalau aku tidur, nenek suka nembang, menyenandungkan
lagu-lagu tradisi yang merdu dan indah.
Malamnya aku tidur bersama nenekku. Kami biasa tidur bersama dan aku
selalu dielus sampai aku tertidur. Tapi malam ini, entah kenapa aku
menjadi terangsang. Mungkin setelah nonton BF di tempat teman ssore
tadi. Saat aku memeluk nenek, aku merapatkan tubuhku padanya. Di pahanya
tersenggol oleh penisku. Penisku langsung tegang, sebab adegan dalam BF
masih terbayang di mataku. Nonton BF adalah kali pertama buatku.
Perlahan kutundih paha nenek dengan pahaku. Walau sudah tua, nenek masih
padat tubuhnya. Maklum dia seorang petani dan pekerja keras. Ah...terasa
penisku semakin keras. Nenekpun memiringkan tubuhnya dan menindih kakiku
dengan kakinya yang lain hingga kakiku berada di antara kedua kakinya.
Saat dia mengelus-elus kepalaku, aku berpura-pura mendengkur. Lalu
tanganku turun meraba buritnya dari balik dasternya. Wooowwww...nenek
tidak memakai celana dalamnya. Sama seperti di atas, dia tidak memakai
bra. Saat aku meraba buritnya, nenek mengecup keningku dengan lembut.
"Wah...anak lanang..." katanya penuh kasih sayang. Perlahan tanganku
merayap dan kini sudah berada di paha nenek. AKui sudah meraba celoah
buritnya.
"Heeehhh...ngelindur," kata nenekku perlahan. Aku mau tertawa, karena
nenekku mengira aku sedang mengigau dalam tidurku yang pulas. Nenek
menghentikan sapuannya pada kepalaku. Kini nenek sudah terbaring
terlentang. Seiring dengan itu,tanganku sudah berada di bawah perutnya
dan terkena jembutnya. Perlahan kuraba jembut itu dan nenek tampaknya
diam. Dengan semakin berani, aku mengelus-elus jembut nenekku, sembari
terus sesekali mengeluarkan suara dengkuranku yang teratur. Saat nenek
mau mengangkat tanganku, aku mengeluarkan kata-kata:" Nina sayang..."
"La...nak lanang...nak lanang. Pacarmu namanya Nina...ya...?" kata nenek
perlahan. Aku sengaja memanggil nama Nina teman sekelasku yang cantik
kaya bidadari, karea aku memang naksir padanya.
Tanganku terus menelusup ke lubang pagina nenek dan mempermainkan jariku
di sana. Nenek menjepitkan tanganku dengan kedua pahanya. Kini jariku
sudah berada didalam lubang nenek dan menyentuh sesuatu benda kecil. Aku
merasakan nenek menggelinjang dan mengeluarkan suara desissan. Perlahan,
nenek merenggangkan jepitannya pada tanganku. Aku semakin leluasa
mempermainkan jariku di lubang nenek. Aku merasa lubang itu semakin
licin dan basah. Nenek pun selallu mengeluarkan suara desisan. Dengan
tak sabar, aku menaiki tubuh nenek. Dengan kedua kakiku kukangkangkan
paha nenek. Dengan cepat kupelorotkan celaa pendekku bersama ceklana
dalamku sekalian. Kuraba lubang nenek da kutuntun penisku memasuki
lubang nenek. Bleeesss, penisku begitu cepat memasuki lubang itu.
"Woooaaaaaalllllaaaaahhh..." nenek menggumam. Aku mulai memompa penisku
ke dalam lubang nenek. Setelah beberapa kali aku memompa luibang nenek
dengan penisku, aku merasakan nenek mulai merespons-ku. Nenek sudah ikut
menggerak-gerakkan tubuhnya dari bawah. Nenek mendesis. Aku semakin
semangat memberikan pompa penisku ke dalam lubangnya yang semakin basah,
licin dan hangat. Sambil memompa nenek, aku membayangkan sedang
menyetubuhi Nina gadis cantik sekelasku yang aku sudah jatuh cinta padanya.
"Nina...ninnnnaaaa...." kataku di telinga nenek.
"Ayo goyang terus Nina sayang...." kataku. nenek justru mengikuti
perintahku. Nenek mengoyang tubuhnya dari bawah dengan cepat. Kini nenek
sudah menjepitkan kedua kakinya di pinggangku. AKu terus memompanya,
sampai aku mencengkerang rambutnya. Nenek membalas memelukku dengan
kuat. Aku sudah tak kuasa menahan gejolak dari dalam tubuhku. Kami
saling berangkulan erat sekali.
Lalu...crrooootttt....crooot...crooottt...spermaku keluar dengan deras.
Saat itu nenek pun bercericau :" ohhhh...sssstttt....aaahhhh...." dan
aku pun merasakan ada cairan panas membasahi penisku.
Nenek mulai melemaskan kedua kakinya dari jepitannya pada pinggangku.
Penisku pun mengecil dan lepas dari lubang pagina nenek. Perlahan, aku
di tolaknya ke sampingnya. Aku pun terus berpura-pura tidur. Nenek melap
penisku dengan dasternya dan memakaikan celanaku dengan rapi, lalu dia
ke kamar mandi. AKu mendengar suara air menceboki paginanya.
Setelah nenek kembali ke kamar , dia menyelimuti tubuhku dengan kasih
sayang, lalu dia tidur di sisiku.
Pagi-pagi, nenek membangunkanku untuk mandi, karean aku harus sekolah.
Aku segera mandi ke kamar mandi dan berpakaian sekolah. Sebelum ke
sekolah, aku sarapan dulu dengan nenek. Waktu makan nenek tersenyum dan
berkata:" Kamu sudah dewasa cah lanang, tak boleh tidur bersama nenek
lagi, ya" katanya. Aku diam dan menundukkan kepala karean malu.
"Kamu baru beberapa bulan tinggal sama nenek, sudah punya pacar. Namanya
Nina, ya" tanya nenek. Aku merasa tersudut. Mungkin nenek menyindirku.
Kuberanikan diri menjawab.
"Kok nenek tahu pacarku Nina, nek?"
"Tadi malam kamu tidur mengigau, panggil-panggil nama Nina," katanya.
AKu tersenyum dan Nenek juga tersenyum sembari membelai tengkukku.
Selesai makan, aku jengambil tas sekolahku. Saat mau pergi sekolah aku
menyalami nenekkku dan mengatakan kepadanya:" Nanti malam kita ulangi
lagi ya Nina sayang..." kataku tersenyumj.
"Eh...berarti tadi malam kamu tidak mengigau ya," kata nenek malu. Aku
diam saja dan pergi ke sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© 2009 - Pustaka Orang Dewasa | Design: Choen | Pagenav: Abu Farhan Top