RSS

LESBI DENGAN PEMBANTUKU

UMUR 12 TAHUN

Ketika itu umurku baru 12 tahun. Tetekku baru tumbuh dan sekitar paginaku belum ada tumbuh bulu-bulu. aku anak bungsu dari dua bersaudara. Abangku, berumur 16 tahun. dia jarang di rumah. Ayah dan emak aku, bekerja, pergi setiap pagi dan pulang pada sore hari. sementara aku sudah berada di rumah pukul 10.00 setiap pulang sekolah. Aku di rumah bersama pembantu, bernama bik Ijah.
Bik Ijah berumur 22 tahun dari Surabaya. Dia menjadi pembantu di rumahku baru 2 minggu. dia baik sekali. Dia suka menyanyi dan bercermin memoles diri.
Suatu hari sepulang sekolah aku segera ganti baju dan makan siang. Aku memakai baju seadanya. Ketika aku mau mengganti bajuku, aku membuka pakaianku di kamarku. Ketika itu, Bik Ijah sedang membersihkan kamar tidurku. Dia hanya memakai daster. Dia bilang aku cantik. Bik Ijah menggendongku, ketika aku sedang bertelanjang. Dia mulai mencium pipiku dengan lembut.
"Kamu mau aku bikin senang?" tanya bik Ijah. Aku mau, karena aku tak punya teman di rumah.
Laslu bik Ijah menggendongku. Dia membuka dasternya. Ternyata bik Ijah tidak memakai BH dan celana dalam. Bik Ijah duduk di sudut katil ku yang rendah. Dia kangkangkan kakiku, lalu dia peluk aku. Paginaku lengket ke paginanya. Sdengkan payudaranya menempel di payudaraku yang beru tumbuh.
"Ini rahasia kita berdua ya. Harap di jaga baik-baik," katanya. Aku menganguk.
Bik Ijah mulai menciumi pipiku. Lalu dia mencium bibirku. Aku merasa jijik juga ketika itu. Lalu aku diajarinya untuk mengecup bibirku, bagaimana dia mengecup bibirku. Dia meminta aku memejamkan mataku. Lalu dia minta agar aku menjulurkan lidahku. Bik Ijah mengisap-isap lidahku. Lama kelamaan, aku merasakan nikmat, lidahku diisap-isap. Bergantian, aku juga mulai mengisap-isap lidahnya.
Kini, Bik Ijah menjilati leherku, kemudian turun ke bawah menjilati tetekku yang baru tumbuh. AKua merasa geli, tapi ada rasa nikmat. Bergantian tetekku dijilatinya dan dia mempermainkan lidahnya di puting tetekku itu.
Kini dia meminta agar aku gantian menjilati dan mengisap-isap teteknya. Aku melakukannya dan aku merasa enak juga mengisap puting tetek bik Ijah.
Saat aku mengisap-isap tetek bik Ijah bergantian kiri-kanan, Bik Ijah memelukku dan menggoyang-goyang tubuhku. Paginaku terasa nikmat, ketika bulu-bulu pagina bik Ijah bergesekan dengan lubang paginaku. Bulu-bulu halus itu membuat aku horny.
Aku mendesah-desah kenikmatan. Bik Ijah menidurkan aku di katil. Dia kangkangkan kedua pahaku. Lalu lidahnya menjlati klitorisku. Aku merasakan nikmat luar biasa. Lidahnya terus memasuki lubang paginaku. Bik Ijah mempermainkan lidahnya di luang paginaku, sementara tangannya mengelus-elus dengan lembut tetekku.
Aku sangat nikmat sekali. Lama kelamaan, aku aku tak tahan. Kedua kakiku mengejang dan aku menjepit kedua kakiku di kepala bik Ijah. Achhh....achhh....achhhh.... aku mendesah. Bik Ijah lebih mempercepat jilatan lidahnya di dalam lubang paginaku. Dan ssseeeerrrrrr.... aku mengeluarkan cairan dari dalam paginaku. Jepitan kedua kakiku semakin kuat di kepala bik Ijah.
Lama kelamaan kakiku melemah dan jilatan bik Ijah pun melemah pula.
"Bagaimana...enak ?" bik Ijah bertanya lembut? Aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepalaku.
"Besok lagi, kamu akan mendapatkan kenikmatan yang jauh lebih nikmat lagi,"katanya.
Setiapulang sekolah, aku cepat-cepat ke rumah, langsung makan dan sikat gigi, kemudian mandi. Aku sengaja keluar hanya dengan melilitkan handuk saja. Biasanya, bik Ijah sudah menunggu di kamarku. Kini aku yang diajari mengisap-isap teteknya dan menjilati klentitnya.
saat kami sedang asyik-asyik bermain, kami lupa mengunci pintu. Saat itu Linda teman satu sekolah satu jur denganku masuk ke kamarku, tanpa salam. Dia melihat kami saling memuaskan. Aku merasa malu. Tapi Bik Ijah secepatnya mengajak Linda untuk ikut bermain, dengan syarat, bisa menjaga rahasia. Linda mau. Pertama Linda memperlakukan Linda seperti pertama dia memperlakukan aku. Hari kedua dan ketiga, baru Linda semakin pintar.
Kini aku dan Linda sudah pula bermain berdua, kalau bik Ijah sedang menstruasi.
Setelah aku menstruasi pada umur 13 tahun, bik Ijah pindah. dia harus menikah dengan pacarnya. Kini aku dan Linda yang meneruskan permainan kami. Nimat sekali rasanya. Kini aku dan lindah sudah umur 16 tahun dan kami masing-masing mencari anak-anak berumur 12 sampai 14 tahun. Lesbi dengan anak-anak memang nikmat sekali. Mulai dari mengajari mereka, sampai mereka ketagihan dan menikmatinya.
Tak percaya, silahkan di coba dengan anak-anak, sangat nikmat luar biasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

© 2009 - Pustaka Orang Dewasa | Design: Choen | Pagenav: Abu Farhan Top